AmboinaEkonomiEkonomi & BisnisEnergi & gasMalukuNasional

Komisi IV Bahas Kuota Tenaga Kerja Blok Masela: SDM Lokal Harus Disiapkan

potretmaluku.id – DPRD Provinsi Maluku mendorong penyiapan tenaga kerja lokal secara serius agar masyarakat setempat tidak tersisih dalam proyek strategis nasional (PSN) LNG Blok Masela.

Pelatihan vokasi, pemetaan kompetensi, hingga dukungan anggaran dinilai menjadi kunci agar anak Maluku bisa mengisi posisi kerja sesuai kebutuhan proyek tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saoda Tethool, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Maluku untuk membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam penyerapan tenaga kerja Blok Masela.

Menurut Saoda, Balai Latihan Kerja (BLK) harus dimaksimalkan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja lokal sebelum proyek tersebut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Kan kita punya BLK untuk memberikan pelatihan vokasi atau keterampilan dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi tenaga kerja lokal agar mereka bisa dipekerjakan di Blok Masela,” ujar Saoda, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan, masyarakat Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri ketika proyek berskala nasional itu berjalan. Karena itu, penyiapan tenaga kerja harus dilakukan sejak dini dengan mengacu pada kebutuhan jabatan dan kuota yang tersedia.

Saoda menyebutkan, kuota tenaga kerja yang diberikan dari pusat saat ini sebesar 11 persen melalui PT Petrosea, yang memperoleh kontrak pembangunan fasilitas Onshore LNG Perimeter melalui konsorsium.

Di sisi lain, DPRD Maluku tengah mendorong penyusunan Peraturan Daerah (Perda) untuk memberikan perlindungan lebih kuat bagi tenaga kerja lokal.

Saoda menegaskan, keterlibatan masyarakat setempat harus menjadi perhatian dalam setiap investasi yang masuk ke Maluku.

“Tenaga kerja lokal itu harus 70 persen untuk setiap investasi yang ada di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Selain kuota, Komisi IV juga menyoroti kebutuhan anggaran untuk meningkatkan kapasitas SDM. Menurutnya, target penyerapan tenaga kerja lokal akan sulit tercapai apabila tidak disertai dukungan anggaran dan program pelatihan yang terarah.

Karena itu, pendataan dan pemetaan keterampilan tenaga kerja harus menjadi langkah awal agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di Blok Masela.

“SDM kita harus didata dulu, kemudian dilakukan pemetaan terkait keterampilan atau keahlian, supaya disesuaikan dengan kebutuhan yang pada masing-masing job yang tersedia,” katanya.

Saoda juga mengingatkan bahwa kesiapan tenaga kerja tidak cukup hanya diukur dari keterampilan teknis. Etos kerja dinilai menjadi faktor penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan memenuhi tuntutan dunia industri.

“Jangan sampai ingin bekerja, tapi etos kerjanya minim,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button