potretmaluku.id – Turnamen sepakbola Upu Ana Amariang (UAA) Cup 2026 resmi digelar. Kompetisi antar angkatan alumni pelajar di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu itu dibuka secara resmi oleh Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain (Ozan) Awat Amir di Lapangan Sepakbola Matahari Terbit, Negeri Liang, Sabtu (16/5/2026).
Acara itu turut diihadiri anggota DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu, Raja Negeri Liang Taslim Samual, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) UAA, Yasir Budjing Somoal, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Bupati Ozan dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada DPP UAA yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai sarana mempersatukan anak negeri. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, UAA Cup diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional antar generasi alumni serta menjadi ruang silaturahmi masyarakat.
Dia menekankan pentingnya menjaga persatuan melalui kegiatan positif seperti turnamen olahraga sepakbola yang mengajarkan kesetaraan dan saling menghargai.
Tak hanya itu, Ozan juga mengajak generasi muda Negeri Liang serta pihak yang terlibat untuk menjadikan turnamen UAA Cup 2026 sebagai ruang mempererat persaudaraan, membangun karakter, serta menumbuhkan disiplin, serta kerja sama, dan sportivitas.
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta menjaga keharmonisan masyarakat di Negeri Liang,” ujar Ozan.

Sebanyak 37 tim dari berbagai angkatan alumni pelajar yang ikut meramaikan turnamen UAA Cup 2026 itu. Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat tinggi sejak berlangsungnya acara pembukaan.
Ozan berharap, sportivitas dan kebersamaan yang terbangun selama berlangsungnya turnamen menjadi nilai utama yang diusung dalam kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut sebagai sarana membangun persatuan dan menjaga nilai-nilai hidup orang basudara di Negeri Liang, wilayah Jazirah, dan Maluku secara umum,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketum DPP UAA, Yasir Budjin Somoal. Dia menekankan pentingnya prinsip fair play selama turnamen berlangsung, baik bagi pemain, official, wasit, hingga penonton, untuk melindungi esensi olahraga dari kecurangan dan kekerasan, serta membangun atmosfer pertandingan yang sehat dan sportif.
“Beta (saya) mengajak semua untuk menjujung tinggi sportivitas dan prinsip fair play, saling menghormati antara pemain, ofisial, dan suporter. Karena di pertandingan, 90 menit adalah lawan, lebih dari itu, katong (kita) semua bersaudara,” tandas Budjing. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


